Melalui Posyantek, DPMD Kukar Pacu Desa Jadi Pusat Inovasi Teknologi Lokal
(Posyantek Bumi Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Upaya mewujudkan desa yang lebih mandiri terhadap
perkembangan teknologi kembali ditegaskan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa (DPMD) Kutai Kartanegara.
Melalui penguatan Pos
Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek), DPMD Kukar ingin mewujudkan desa
maupun kelurahan di Kukar agar mampu mengembangkan inovasi teknologi berbasis
kebutuhan masyarakat.
Karena itu, DPMD Kukar
menempatkan penguatan kelembagaan Posyantek sebagai salah satu agenda prioritas
demi meningkatkan kreativitas dan produktivitas warga.
Hal ini diungkapkan Kepala
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD Kukar,
Asmi Riyandi Elvandar. Ia menegaskan bahwa peran Posyantek jauh lebih luas
daripada sekadar susunan kepengurusan.
“Kami masih perlu
mensosialisasikan bahwa Posyantek bukan soal jabatan atau nominal. Lembaga ini
didirikan untuk menggerakkan inovasi teknologi yang bisa membantu ekonomi dan
kebutuhan warga,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Menurut Asmi, sebagian
masyarakat masih belum memahami fungsi Posyantek secara menyeluruh. Karena itu,
pembinaan intensif menjadi langkah penting agar masyarakat benar-benar
mengetahui manfaat keberadaan lembaga ini.
Meski demikian di sisi
lain, Asmi mengaku tantangan juga muncul dari menurunnya minat masyarakat untuk
menciptakan teknologi baru akibat banyaknya bantuan alat modern dari
pemerintah.
“Saat bantuan alat terus
berdatangan, masyarakat sering merasa cukup dan kurang terdorong berinovasi.
Padahal semangat untuk mencipta ini yang harus dijaga demi kemandirian,” tambah
Asmi.
Dikatakannya saat ini
telah terbentuk puluhan Posyantek di beberapa kecamatan, namun penyebarannya
belum sepenuhnya merata. Untuk mendorong percepatan, DPMD Kukar rutin melakukan
kunjungan lapangan ke berbagai wilayah.
“Kami terus berkeliling ke
20 kecamatan untuk mengingatkan pemerintah kecamatan agar aktif mendampingi
desa dan kelurahan dalam menata Posyantek,” jelasnya.
Asmi menekankan bahwa
Posyantek bukan hanya tempat menampilkan teknologi sederhana, tetapi juga ruang
pembelajaran yang memperkuat kapasitas masyarakat desa.
Di sini, warga dapat
mengembangkan ide, memperbaiki peralatan, hingga menciptakan teknologi baru
berbasis potensi lokal.
Diketahui saat ini
pemerintah secara masif menggencarkan pemanfatan teknologi di berbagai wilayah.
Sehingga Posyantek menjadi jembatan penting antara pengetahuan lokal dan teknologi
sederhana yang ramah digunakan.
“ DPMD Kukar berharap
upaya penguatan ini mampu memunculkan lebih banyak inovasi yang lahir dari
desa. Sehingga desa bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga
pencipta solusi yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal,” pungkasnya.
(Adv/Tan)